Bantuan Pemberian Mesin Penumbuk Kepada Tenant Widyatama Busines Incubator (Opak Oded)

Widyatama Business Incubator pada Hari Sabtu, 20 September 2022 memberikan bantuan kepada salah satu tenant outwall WIBI yaitu kang Ganjar selaku pemilik dari makanan tradisional “Opak”. Bantuan yang diberikan berupa mesin alat penumbuk ketan, dimana bantuan alat ini diberikan melalui dana Program hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Teknologi (Kemenristekdikti) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknlogi. Tim PKM ini diketuai oleh ibu Dr. Keni Kaniawati, S.E.,M.Si dan beranggotakan ibu Ifa Latifah, S.E.,M.SI dan ibu Yani Riani, S.T.,M.T beserta Tim Mahasiswa dari Fakltas ekonoii Bisnis, Fakultas Tehnik dan DKV UTama.

Acara penyerahan mesin ini disampaikan oleh Rektor UTama, Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum dan Sekretaris Yayasan Widyatama Rahmat Taufik, S.E., M.AK., AK., CA dimana beliau memberikan sambutan kepada peserta undangan yang mayaoritas merupakan tenant inkubator bisnis , Dosen dan pegiat UMKM. Prof. Dr. H. Dadang Suganda, M.Hum mengatakan “Semua orang berhak untuk menciptakan ilmu, bukan hanya di perguruan tinggi. Ilmu itu ada dimana-mana. Yang jadi persoalan, ilmu yang dipraktekan itu belum diabstraksi dan tugas perguruan tinggi adalah menciptakan, mempraktekan dan menyampaikannya kepada masyarakat. Kita juga bisa mendapatkan ilmu dari masyarakat yang tidak kita dapatkan di perguruan tinggi”. Salah satu impelementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi adalah Pengabdian Kepada Masyarakat. Sebagai wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, Widyatama Business Incubator melalui Tim Hibah UTama memeberikan solusi atas fenomena yang dihadapi oleh mitra usaha yaitu dengen memberikan bantuan mesin penumbuk ketan. yang disampaikan langsung oleh Rektor UTama Bapak Prof. Dr. H. Dadang Suganda dan Sekretaris Yayasan Widyatama Rahmat Taufik, S.E., M.AK., AK., CA di Gedung B lt.6 Ruang Theater Universitas Widyatama, Sabtu (20./08).

 

 

 

Pada kegiatan kali ini tidak hanya proses pemberian bantuan mesin penumbuk melainkan adanya workshop bagi tenant WIBI, pegiat UMKM,juga para Dosen khususnya mengenai mekanisme standarisasi suatu produk yang dipaparkan oleh BSN SNI Bapak Hardiles, S.T., MT. (KLT BSN Provinsi Jawa Barat) dan juga mengenai investasi modal untuk para pelaku usaha yang dipaparkan oleh Bapak Aitsa Jusnidar (PT. Pegadaian). Dengan adanya kegiatan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, diharapkan Usaha Opak oded  makin berkembang, maju. ditambah dengan produknya sudah berstanfdarisasi BSF, agar produknya bisa bersaing secara go internasional.